Senin, 25 Maret 2013

Pengantar Sistem Informasi



PENGANTAR SISTEM INFORMASI
  Konsep Dasar Sistem  
Konsep dasar sistem ada dua pendekatan yaitu penekanan pada prosedurnya dan penekanan pada komponennya.
  • Definisi sistem yang lebih menekankan pada prosedur adalah  : suatu  jaringan  kerja  dari  prosedur-prosedur  yang  saling  berhubungan, berkumpul  bersama-sama  untuk  melakukan  suatu  kegiatan  atau  untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. 
Suatu prosedur adalah :
suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.
Definisi lain dari prosedur adalah :


urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa
yang  harus  dikerjakan,  siapa  yang  mengerjakannya,  kapan  dikerjakan  dan
bagaimana mengerjakannya.

  • Definisi sistem yg lebih menekankan pada konponen/elemen adalah :kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
  • Karakteristik sistem yaitu : mempunyai  komponen,  batas  sistem,  lingkungan  luar  sistem,  penghubung,masukan, keluaran, pengolah/proses, dan sasaran atau tujuan.   
  • Klasifikasi sistem dari beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1.  Sistem sebagai sitem alamiah dan sistem buatan manusia.
2.  Sistem sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
3.  Sistem  sebagai  sistem  tertentu  (deterministic)  dan  sistem  tak  tentu (probabilistic)
4.  Sistem sebagai sitem tertutup dan sistem terbuka.

 Konsep Dasar Informasi
Didalam organisasi sangat penting dalam mengelola sumberdaya-sumberdaya utama seperti buruh, dan bahan mentah, tapi saat  ini informasi juga merupakan sumberdaya yang tidak kalah pentingnya harus dikelola. Para pembuat keputusan memahami bahwa informasi tidak hanya sekedar produk sampingan bisnis yang sedang berjalan, namun juga sebagai bahan pengisi bisnis dan menjadi
faktor kritis dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu usaha.
Informasi ibarat darah yang mengalir di dalam tubuh suatu organisasi. Sehingga informasi merupakan salah satu bentuk sumber daya utama dalam suatu organisasi yang digunakan oleh manager untuk mengendalikan perusahaan dalam mencapai tujuan.  
  • Definisi informasi adalah  : data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yangmenerimanya.
  • Data adalah : kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dan kesatuan yang nyata. Atau data adalah : representasi dunia nyata yang mewakili suatu  objek  seperti  manusia  (pegawai,  mahasiswa,  pelanggan),  hewan, peristiwa,  konsep,  keadaan  dll,    yang  direkam  dalam  bentuk  angka,  huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
  • Siklus informasi :Data  yang  masih  merupakan  bahan  mentah  yang  harus  diolah  untuk menghasilkan  informasi  melalui  suatu  model.  Model  yang  digunakan  untuk mengolah data tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan data (siklus informasi).
  • Kebutuhan informasi didasarkan pada :
1.  kegiatan bisnis yang semakin komplek.
2.  Kemampuan komputer yang semakin meningkat.
Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan.
  • Kualistas informasi tergantung pada tiga hal yaitu :
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak  menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya. Dalam prakteknya, mungkin  dalam  penyampaian  suatu  informasi  banyak  terjadi  gangguan (noise)  yang  dapat  merubah  atau  merusak  isi  dari  informasi  tersebut.
Komponen akurat meliputi :
-  Completeness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
-  Correctness,  berati  informasi  yang  dihasilkan  atau  dibutuhkan  harus memiliki kebenaran.
-  Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki keamanan.

2.  Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya, sebab  informasi yang usang  (terlambat) tidak mempunyai niali yang baik, sehingga bila  digunakan  sebagai  dasar  dalam  pengambilan  keputusan  akan  dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus cepatnya informasi tersebut didapat, sehingga diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya. 

3.  Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi  mengenai  sebab-musabab  kerusakan  mesin  produksi  kepada akuntan  perusahaan  adalah  kurang  relevan  dan  akan  lebih  relevan  bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan. 
4.  Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi  tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar