A.MANAJEMEN TI GLOBAL.
Dimanapun perusahaan berlokasi, perusahaan di seluruh dunia
mengembangkan berbagai model baru untuk beroperasi secara kompetitif
dalam ekonomi digital. Model-model ini terstruktur, tetapi lincah,
global tetapi local; dan berfokus untuk memaksimalkan pengembalian yang
disesuaikan dengan resiko dari asset pengetahuan maupun
teknologi.Berbagai dimensi dasar dari pekerjaan mengelola teknologi
informasi global. Perhatikan bahwa semua aktivitas global harus
disesuaikan untuk memperhitungkan tantangan budaya, politik, dan
geoekonomi yang ada dalam masyarakat bisnis internasional. Mengembangkan
strategi bisnis dan TI yang tepat untuk pasar global harus merupakan
langkah awal dalam manajemen teknologi informasi global (global
information technology management). Begitu hal tersebut dilakukan,
pemakai akhir dan para manajer SI dapat berpindah ke pengembangan
portofolio aplikasi bisnis yang dibutuhkan untuk mendukung strategi
bisnis/TI; hardware, software, dan standar teknologi berbasis Internet
untuk mendukung berbagai aplikasi itu, metoda manajemen sumber daya data
untuk menyediakan database yang dibutuhkan; serta akhirnya proyek
pengembangan system yang menghasilkan system informasi global yang
diminta.
B.TANTANGAN
Bisnis seperti biasanya tidak cukup bagus dalam operasi global. Hal yang
sama juga benar untuk manajemen teknologi e-bussiness global. Terdapat
terlau banyak kenyataan budaya, politik, dan geoekonomi (geografis dan
ekonomi) yang harus dihadapi agar dapat berhasil dalam pasar global.
Manajemen teknologi informasi global harus berfokus pada pengembangan
strategi teknologi informasi bisnis global dan mengelola portofolio
apliaksi e-business global, teknologi Internet, standar, database, dan
proyek pengembangan system. Akan tetapi paramanajer juga harus mencapai
hal itu menggunakan perspektif dan metode yang memperhitungkan perbedaan
budaya, politik, dan geoekonomi yang ada ketika melakukan bisnis secara
internasional.
1.Tantangan Politik
Contoh: banyaknya negara mempunyai regulasi peraturan atau pelarangan transfer data seperti data personel dari dan ke negaranya. Ada yang melarang impor hardware dan software. Ada yang menetapkan undang-undang menyangkut local content’. Pengenaan pajak yang tinggi, atau melarang impor hardware dan software.
2.Tantangan Geoekonomi
Merupakan pengaruh geografi terhadap realitas ekonomi dari aktfitas bisnis internasional. Jauhnya jarak fisik yang terlibat masih merupakan masalah utama, bahkan dalam era telekomunikasi Internet dan perjalanan dengan pesawat jet. Misal perbedaan kualitas, telepon., perbedaan zona waktu, perbedaan biaya tenaga kerja.
3.Tantangan Kultural
Termasuk disini adalah perbedaan bahasa, agama, cultural interests, adat, kebiasaaan, prilaku sosial.dan filosofi politik. Tentu saja, para manajer TI global harus dilatih dan menajamkan pemahaman atas perberdaan budaya sebelum mereka dikirim ke luar negari atau dibawa ke Negara asal perusahaan. Tantangan budaya lainnya meliputi berbagai perbedaan dalam gaya kerja dan hubungan bisnis.
Termasuk disini adalah perbedaan bahasa, agama, cultural interests, adat, kebiasaaan, prilaku sosial.dan filosofi politik. Tentu saja, para manajer TI global harus dilatih dan menajamkan pemahaman atas perberdaan budaya sebelum mereka dikirim ke luar negari atau dibawa ke Negara asal perusahaan. Tantangan budaya lainnya meliputi berbagai perbedaan dalam gaya kerja dan hubungan bisnis.
C. STRATEGI BISNIS DAN TEKNOLOGI GLOBAL.
- Bisnis/perusahaan global, Adalah suatu bisnis yang dikendalikanmelalui strategi global sehingga semua aktivitasnya direncanakan dan diimplementasikan dalam konteks sistem mendunia.
- Teknologi Informasi Global, Adalah pemanfaatan berbagai bentuk TIuntuk mendukung operasi dan manajemen dari bisnis global.
- Contoh bisnis/perusahaan global
- IBM
- Microsoft
- Microsoft
- Strategi bisnis global
1. Strategi mutlinasional: Subsidiariasing beroperasi secara otonomi
2. Strategi internasional: Subsidiari asing beroperasi secara otonomi, namun tergantung pada pusat untuk inovasi baru.
2. Strategi internasional: Subsidiari asing beroperasi secara otonomi, namun tergantung pada pusat untuk inovasi baru.
3. Strategi global: Operasi di seluruh dunia dikelola oleh pusatnya.
4. Strategi transnasional: Pengintegrasian kegiatan bisnis global melalui kerjasama dan interdependensi antara pusat, operasi dan subsidiari internasional, serta pemanfaatan TI global.
4. Strategi transnasional: Pengintegrasian kegiatan bisnis global melalui kerjasama dan interdependensi antara pusat, operasi dan subsidiari internasional, serta pemanfaatan TI global.
- Strategi internasional
1.Karateristik bisnis
- Operasi otonom
- Spesifik wilayah
- Integrasi vertikal
- Pelanggan spesifik
- Produksi dikontrol pusat
- Segmentasi pelanggan menurut wilayah
2.Karakteristik Teknologi Informasi
- Standalone sistem
- Desentralisasi tanpa standar
- Sangat tergantung pada ‘interface’
- Multiple sistem, tingginya redudansi dan duplikasi dalam layanan dan operasi.
- Kurangnya keseragaman sistem dan data.
- Operasi otonom
- Spesifik wilayah
- Integrasi vertikal
- Pelanggan spesifik
- Produksi dikontrol pusat
- Segmentasi pelanggan menurut wilayah
2.Karakteristik Teknologi Informasi
- Standalone sistem
- Desentralisasi tanpa standar
- Sangat tergantung pada ‘interface’
- Multiple sistem, tingginya redudansi dan duplikasi dalam layanan dan operasi.
- Kurangnya keseragaman sistem dan data.
- Strategi global
1.Kratekteristik bisnis
- Global sourcing
- Global sourcing
- Multiregional
- Integrasi horizontal
- Transparansi dalam pelanggan dan produksi
- Regionalisasi bidang
2.Karakteristik Teknologi Informasi
- Desentralisasi regional
- Tergantung pada ‘interface’
- Konsolidasi dalam sebagian aplikasi-aplikasi dan pemanfaatan sistem-sistem yang berlaku umum.
- Mengurangi duplikasi operasi
- Sebagian TI standar di seluruh dunia.
- Integrasi horizontal
- Transparansi dalam pelanggan dan produksi
- Regionalisasi bidang
2.Karakteristik Teknologi Informasi
- Desentralisasi regional
- Tergantung pada ‘interface’
- Konsolidasi dalam sebagian aplikasi-aplikasi dan pemanfaatan sistem-sistem yang berlaku umum.
- Mengurangi duplikasi operasi
- Sebagian TI standar di seluruh dunia.
- Transnasional
1.Karakteristik bisnis
- Operasi virtual melalui alinasi global
- Pasar dunia dengan penyesuaian lebih luas.
- Layanan order dan layanan pelanggan secara global.
- Transparansi dalam produksi
- Global sourcing dan logistik
- Pengelolaan sumberdaya secara dinamis
2.Karateristik Teknologi Informasi
- Konsolidasi secara logical, terdistribusi secara fisik, terhubung dalam jaringan.
- Sumber daya global bersama
- Sistem-sistem terintegrasi
- Apliaksi internet, intranet dan ekstranet.
- Kebijaksanaan dan standar TI secara transnasional
- Operasi virtual melalui alinasi global
- Pasar dunia dengan penyesuaian lebih luas.
- Layanan order dan layanan pelanggan secara global.
- Transparansi dalam produksi
- Global sourcing dan logistik
- Pengelolaan sumberdaya secara dinamis
2.Karateristik Teknologi Informasi
- Konsolidasi secara logical, terdistribusi secara fisik, terhubung dalam jaringan.
- Sumber daya global bersama
- Sistem-sistem terintegrasi
- Apliaksi internet, intranet dan ekstranet.
- Kebijaksanaan dan standar TI secara transnasional
D.BISNIS GLOBAL DAN APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI.
1. Pelanggan global: Merupakan orang-orang yang mungkin travel kemana
saja atau perusahaan yang empunyai operasi global. TI global
dapatmembantu menyediakan layanan cepat dan nyaman.
2. Produkglobal: Sama diseluruh dunia, dirakit melalui subsidiari. TI membantu mengelola pemasaran dan pengawasan mutu di seluruh dunia.
3. Operasi global: Sebagain dari produk atau proses perakitan diserahkan kepada subsidiari. TI membantu misalnya dalam hal fleksibilitas menuru geografi.
4. Sumberdaya global: Subsisidari dapat menggunakan peralatan fasilitas dan SDM secara bersama. TI membantu mengawasi seluruh sumberdaya yang dimanfaatkan bersama.
5. Kolaborasi global: Pengetahuan dan keahlian dari semua rekan dalam suatu perusahaan global dapat diakses dan di-share dengan mudah dan cepat. Hanya TI global yang dapat memungkinkan.
2. Produkglobal: Sama diseluruh dunia, dirakit melalui subsidiari. TI membantu mengelola pemasaran dan pengawasan mutu di seluruh dunia.
3. Operasi global: Sebagain dari produk atau proses perakitan diserahkan kepada subsidiari. TI membantu misalnya dalam hal fleksibilitas menuru geografi.
4. Sumberdaya global: Subsisidari dapat menggunakan peralatan fasilitas dan SDM secara bersama. TI membantu mengawasi seluruh sumberdaya yang dimanfaatkan bersama.
5. Kolaborasi global: Pengetahuan dan keahlian dari semua rekan dalam suatu perusahaan global dapat diakses dan di-share dengan mudah dan cepat. Hanya TI global yang dapat memungkinkan.
E.FLATFORM (INFRASTRUKTUR) TEKNOLOGI INFORMASI GLOBAL.
Merupakan suatu arsitekrur hardware, software, dan
telecommunicationnetwork yangterintegrasi di seluruh dunia. Harus
mempertimbangkan berbagai restriksi pada berbagai Negara subsidiari.
Meningktakannya penggunaaninternetdanteknologiwebuntukmenciptakan
aplikasi global guna memenuhi kebutuhan bisnis global. Seringkali
memanfaatkan sistem integator untuk mengelola operasinya diluar negeri.
F.ISSU AKSES DATA GLOBAL.
■ Issu utama adalah aliran data lintas Negara (transborder
dataflow-TDF) dimana data bisnis mengalir menyeberangi batas-batas
negara melalui jaringan telekomunikasi.
■ Beberapa kendala yang timbul antara lain:
1. Dianggap melanggar regulasi ekspor dan impor
2. Transfer data pribasi dianggap melanggar legislasi privasi
3. Adanya proteksi khusus terhadap Ti lokal maupun job lokal.
4. Perlu manajemen dan standarisasidata global.
■ Beberapa kendala yang timbul antara lain:
1. Dianggap melanggar regulasi ekspor dan impor
2. Transfer data pribasi dianggap melanggar legislasi privasi
3. Adanya proteksi khusus terhadap Ti lokal maupun job lokal.
4. Perlu manajemen dan standarisasidata global.
5. Adanya perbedaan bahasa dan budaya.
G.PENGEMBANGAN SISTEM GLOBAL
Seringkali terdapat konflik antara kebutuhan sistem lokal versus
sistemglobal dan kesulitan dalam menyepakati fitur umum sistem yang
dipakaibersama. Diperlukan antara lima sampai 10 kali lebih lama untuk
mencapaikesepakatan mengenai kebutuhan sistem jika user dan
developernyadatang dari berbagai negara. Strategi:
1. Memilih aplikasi terbaik dari semua subsidiari untuk digunakan sebagai aplikasi global.
2. Membentuk tim pengembangan multinasional yang mewakili berbagai subsidiari.
3. Pengembangan paralel, dimana masing-masing subsidiari mengerjakan bagian interface-nya masing-masing.
4. Menunjuk center of execellence dimana subsidiari tertentu yang lebih berpengalaman ditunjuk untuk mengembangkan sistem.
1. Memilih aplikasi terbaik dari semua subsidiari untuk digunakan sebagai aplikasi global.
2. Membentuk tim pengembangan multinasional yang mewakili berbagai subsidiari.
3. Pengembangan paralel, dimana masing-masing subsidiari mengerjakan bagian interface-nya masing-masing.
4. Menunjuk center of execellence dimana subsidiari tertentu yang lebih berpengalaman ditunjuk untuk mengembangkan sistem.
H. STRATEGI MENJADI PERUSAHAAN GLOBAL.
1. Global mind-set: Membantu seluruh karyawan untuk memahami sistemglobal pada masa-masa transisi.
2. Lokal: Kita harus merasa sebagai perusahaan lokal pada setiap negara subsidiari.
3. Sistem tunggal: Kita harus merasa sebagai perusahaan sebagai satu sistem terintegrasi.
4. Sumberdaya manusia: Kita harus memnafaatkan SDM lokal sebaik-baiknya.
5. Basis informasi dan pengetahuan: kita harus meng-create organisasi berbasis informasi dan pengetahuan
2. Lokal: Kita harus merasa sebagai perusahaan lokal pada setiap negara subsidiari.
3. Sistem tunggal: Kita harus merasa sebagai perusahaan sebagai satu sistem terintegrasi.
4. Sumberdaya manusia: Kita harus memnafaatkan SDM lokal sebaik-baiknya.
5. Basis informasi dan pengetahuan: kita harus meng-create organisasi berbasis informasi dan pengetahuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar